Tagged Under: , , , , ,

Ternyata ISIS Dukung Donald Trump Jadi Presiden Amerika Serikat



Info PokerV99 - Donald Trump resmi menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat pada Kamis (09/11/2016) waktu setempat. Dia berhasil mengalahkan pesaingnya, Hillary Clinton dalam pemilu presiden Amerika Serikat 2016.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Setelah diumumkan sebagai pemenang, Trump kemudian mengucapkan rasa terima kasih kepada para pendukungnya. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Trump mengucapkan terima kasih kepada Hillary Clinton karena telah berbakti pada Amerika dan mengajak seluruh masyarakat Amerika untuk kembali bersatu.

AGEN POKER UANG ASLI


Berbagai ucapan selamat pun datang dari sejumlah kalangan, mulai dari selebritis hingga para pemimpin negara. Namun ada satu hal aneh usai terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat, yakni melalui pernyataan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

AGEN DOMINO UANG ASLI


Kelompok teroris itu pun merayakan kemenangan Donald Trump sebagai orang nomor satu Amerika Serikat. Mereka menganggap Trump sebagai kedelai yang akan membuat negaranya hancur. "Sekarang yang kami inginkan sudah terwujud. Impian kami adalah Amerika Serikat dipimpin oleh seorang kedelai yang akan menghancurkan negaranya sendiri", ujar seorang anggota ISIS.

POKER ONLINE UANG ASLI


Sebelum resmi menjadi presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump pernah menyampaikan pernyataan yang sangat menyakitkan bagi kaum muslim. Dimana pria berusia 70 tahun itu menyebut umat islam sebagai teroris dan melarang seluruh kaum muslim berkunjung ke Amerika Serikat.

DOMINO ONLINE UANG ASLI


"Kemenangan Trump menjadi presiden Amerika Serikat akan menciptakan permusuhan dari kaum muslim terhadap Amerika. Trump telah membuat para kaum muslim di seluruh dunia ini membencinya karena perkataannya yang sembarangan", lanjut anggota ISSI tersebut.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Bagi ISIS, kemenangan Donald Trump adalah dark times bagi Amerika yang menguntungkan posisi mereka. "Kami berterima kasih kepada Tuhan karena kini Amerika berada ditangan Trump. Dunia akan mengalami perubahan besar, dan perubahan itu akan menguntungkan kami", tutupnya.